SNI.ID, SAPARUA – Dua kelompok pemuda dari Lingkungan 8 dan Lingkungan 9, Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, terlibat cekcok yang berujung perkelahian pada Rabu (26/8/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIT. Keributan diduga dipicu kesalahpahaman antara kedua kelompok pemuda.
Mendapat laporan mengenai kejadian itu, Kapolsek Saparua AKP Samuel S. Siahaya, S.H., bersama personel piket SPKT Polsek Saparua, Babinsa Negeri Haria, Linmas, serta kepala lingkungan setempat mendatangi lokasi.
Petugas kemudian mengamankan kedua kelompok pemuda dan membawa mereka ke Mapolsek Saparua untuk mencegah terjadinya keributan susulan.
Dalam peristiwa tersebut, seorang pemuda dari Lingkungan 8 menjadi korban pemukulan. Kericuhan juga sempat memicu adu mulut di antara warga.
Situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah aparat kepolisian dan Babinsa tiba di lokasi.
Polisi Gelar Mediasi
Untuk mencegah konflik berkembang menjadi lebih besar, Kapolsek Saparua mempertemukan kedua kelompok pemuda di Mapolsek Saparua untuk menjalani mediasi.
Mediasi dihadiri para pemuda yang terlibat, kepala lingkungan masing-masing, Linmas, orang tua korban, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa Negeri Haria.
Setelah mendengarkan keterangan dari kedua pihak, disepakati penyelesaian secara damai. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan damai antara korban dan pelaku.
“Setelah digali informasi dari kedua belah pihak, maka sepakat untuk damai dan dibuatkan surat pernyataan damai antara pelaku dan korban,” kata Siahaya.
Dalam mediasi tersebut, Siahaya mengingatkan para pemuda agar ikut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kalian anak negeri sendiri, kalau bukan kalian siapa lagi yang akan menjaga keamanan negeri kalian,” ujar Siahaya.
Ia juga mengapresiasi respons cepat kepala lingkungan dan Linmas Negeri Haria yang segera mengambil langkah untuk meredam keributan.
Menurut Siahaya, persoalan tersebut bermula dari masalah sepele yang kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman hingga berujung pada perkelahian.
Ia mengimbau para pemuda untuk menjaga pergaulan dan tidak mengedepankan ego yang dapat memicu konflik.
“Jangan karena ego kemudian terjadi pertikaian yang bisa memecahkan hubungan orang basudara,” katanya.
Akan Sambangi Negeri di Pulau Saparua
Siahaya yang baru dua hari menjabat sebagai Kapolsek Saparua mengatakan akan melakukan kegiatan sambang ke sejumlah negeri di Pulau Saparua.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya konflik serupa.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Saparua agar tetap aman dan kondusif.









