OJK Maluku Bekali 100 Mahasiswa Ambon, Waspadai Pinjol Ilegal dan Kejahatan Digital

SNI.ID, AMBON – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon menggelar kegiatan literasi keuangan bagi 100 mahasiswa di Kota Ambon, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan bertajuk “Lentera Pemuda: Memahami Tantangan, Membangun Kapasitas, Menjawab Masa Depan” tersebut digelar untuk membekali generasi muda agar semakin cerdas dalam mengelola keuangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan digital.

Manajer Senior PEPKLMST OJK Provinsi Maluku, Deni Iswanto, yang mewakili Kepala OJK Maluku, mengatakan perkembangan teknologi memberikan kemudahan dalam melakukan berbagai transaksi keuangan.

Namun, kemudahan tersebut juga diikuti dengan risiko yang perlu diwaspadai, khususnya oleh generasi muda.

“Pemuda perlu mampu mengenali peluang, menggunakan media sosial secara positif, serta mengelola keuangan dengan bijak dan waspada terhadap pinjaman online ilegal,” ujar Deni.

Ia menjelaskan, berdasarkan data periode Januari hingga Juni 2026, Satgas PASTI telah menghentikan 951 entitas pinjaman online (pinjol) ilegal, 238 penawaran investasi ilegal, serta 27 kegiatan gadai swasta ilegal.

Selain itu, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima sebanyak 608.167 laporan dengan total dana yang berhasil diblokir mencapai Rp674,1 miliar.

Menurut Deni, angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat perlu semakin berhati-hati dalam menggunakan layanan keuangan, terutama yang ditawarkan melalui platform digital.

OJK pun mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis.

Artinya, masyarakat harus memastikan lembaga atau produk keuangan yang digunakan telah memiliki izin resmi. Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan besar yang tidak masuk akal tanpa mempertimbangkan risikonya.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mendapatkan sejumlah materi, mulai dari pengembangan kapasitas pemuda, pemanfaatan media sosial secara positif, pengelolaan keuangan, hingga cara mengenali dan menghindari pinjaman online ilegal.

Baca Juga:  Posko Nataru Usai, Mobilitas Penumpang di Bandara Pattimura Ambon Meningkat

Para peserta juga didorong menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing dengan membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga, teman, maupun masyarakat sekitar.

“Satu orang muda yang paham literasi keuangan dapat membantu melindungi satu keluarga dari kerugian yang tidak perlu. Kami berharap para pemuda hadir sebagai lentera di ruang digital,” tambah Deni.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *