OJK Dorong Generasi Muda Bangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini

SNI.ID, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membangun kebiasaan menabung sejak dini. Kebiasaan tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemandirian finansial sekaligus membentuk perilaku pengelolaan keuangan yang bijak.

Pesan itu disampaikan dalam puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” tersebut diikuti lebih dari 1.100 pelajar dan mahasiswa. Sejumlah pejabat pemerintah serta pimpinan industri jasa keuangan turut menghadiri kegiatan itu, termasuk Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan kebiasaan menabung perlu ditanamkan sejak usia muda. Menurut dia, seseorang tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk mulai menabung.

“Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit,” kata Friderica.

OJK mencatat tingkat literasi keuangan nasional saat ini mencapai 69,57 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Namun, tingkat literasi dan inklusi keuangan pada kelompok pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah rata-rata nasional.

Karena itu, OJK menilai diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, industri jasa keuangan, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan generasi muda.

Direktur Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan menabung tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan mengelola uang.

Menurut dia, kebiasaan tersebut juga dapat membentuk karakter disiplin dan kemampuan mengendalikan diri, terutama di tengah perkembangan ekonomi digital.

Baca Juga:  Negeri Tuhaha Siap Gelar Pemilihan Kepala Pemerintahan Negeri Tuhaha Periode 2025–2033

“Literasi keuangan diharapkan dapat membentuk generasi yang disiplin, sabar, serta mampu mengendalikan diri dari berbagai perilaku konsumtif,” ujarnya.

Dicky juga mengingatkan generasi muda untuk menghindari perilaku fear of missing out (FOMO) maupun fear of other people’s opinions (FOPO) yang berkembang seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan teknologi digital.

Ia menekankan, menabung seharusnya dilakukan dengan menyisihkan uang secara rutin, bukan hanya ketika terdapat uang yang tersisa setelah memenuhi kebutuhan.

Perluas Kepemilikan Rekening Pelajar

Untuk memperkuat budaya menabung di kalangan generasi muda, OJK menjalankan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Program tersebut menjadi salah satu instrumen OJK dalam memperluas kepemilikan rekening sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah.

Sepanjang September 2025 hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 679 ribu rekening pelajar baru telah dibuka.

Pada periode yang sama, lebih dari 270 ribu kegiatan Bank Goes to School telah dilaksanakan di 122 ribu sekolah.

Pada tahun ini, OJK juga menjadikan Sekolah Rakyat sebagai salah satu sasaran utama program literasi dan inklusi keuangan.

Sekolah Rakyat dinilai strategis untuk memperluas akses edukasi keuangan, terutama bagi pelajar yang berasal dari keluarga prasejahtera.

Ambon Raih Financial Literacy Award

Dalam rangkaian peringatan tersebut, Pemerintah Kota Ambon turut mencatatkan prestasi dengan menerima Financial Literacy Award untuk kategori pemerintah daerah dengan program literasi keuangan terbaik tingkat kota.

Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Pemkot Ambon dalam mendorong peningkatan literasi dan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan.

Selain Ambon, penghargaan kategori pemerintah daerah diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk tingkat provinsi dan Pemerintah Kabupaten Malang untuk tingkat kabupaten.

OJK juga memberikan KEJAR Award kepada sejumlah perbankan, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah yang dinilai aktif menjalankan Program Satu Rekening Satu Pelajar.

Baca Juga:  Penjabat Gubernur Maluku Lantik Penjabat Walikota Tual

Untuk kategori implementasi KEJAR terbaik di regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua, Provinsi Maluku menerima penghargaan pada tingkat provinsi. Sementara pada tingkat kabupaten/kota, penghargaan diberikan kepada Kabupaten Raja Ampat.

Sepanjang Januari hingga Agustus, OJK mencatat telah melaksanakan 3.557 kegiatan edukasi keuangan dengan jangkauan sekitar 12,2 juta peserta.

Melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), OJK juga terus memperluas edukasi keuangan melalui berbagai kegiatan, baik secara langsung maupun digital.

OJK berharap momentum Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan dapat semakin memperkuat budaya menabung di kalangan generasi muda.

Kebiasaan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan, tetapi juga mendorong generasi muda menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *