OJK Maluku Ingatkan Warga Waspada Love Scam, Modus Penipuan Berkedok Asmara

SNI.ID, AMBON – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan berkedok hubungan asmara atau yang dikenal sebagai love scam.

Modus penipuan tersebut umumnya memanfaatkan hubungan emosional dan kepercayaan korban yang dibangun melalui interaksi di dunia maya.

Bacaan Lainnya

Haramain mengatakan, pelaku biasanya mengawali aksinya dengan membangun komunikasi secara perlahan hingga menciptakan kedekatan emosional dengan calon korban.

“Love scam perlu diwaspadai karena pelaku biasanya memanfaatkan hubungan emosional dan kepercayaan korban untuk mendapatkan keuntungan,” ujar Haramain di Ambon, Kamis (10/9/2026).

Berawal dari Media Sosial hingga Aplikasi Kencan

Haramain menjelaskan, masyarakat perlu mengenali sejumlah ciri love scam agar tidak terjebak dalam modus tersebut.

Pelaku biasanya memulai perkenalan melalui aplikasi kencan, media sosial maupun permainan daring atau game online.

Setelah komunikasi mulai terjalin, pelaku kemudian mengajak korban memindahkan percakapan ke aplikasi pesan pribadi seperti WhatsApp atau Telegram.

Komunikasi yang semakin intens tersebut dimanfaatkan pelaku untuk membangun kedekatan dan kepercayaan dengan calon korban.

Setelah hubungan dianggap semakin dekat, pelaku mulai meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan.

Permintaan dana dapat dikaitkan dengan kebutuhan mendesak, biaya pengobatan, perjalanan, persoalan keluarga maupun alasan lain yang sengaja dibuat untuk menggugah rasa iba korban.

Waspada Jika Mulai Minta Uang

Haramain mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap permintaan uang dari seseorang yang baru dikenal secara daring sebagai persoalan sepele.

Sebab, permintaan uang dalam modus love scam dapat dilakukan berulang kali. Jumlah yang diminta bahkan berpotensi semakin besar seiring meningkatnya kepercayaan korban terhadap pelaku.

Baca Juga:  Koarmada III Bekuk KM Bangka Jaya 9, Diduga Angkut Solar Ilegal di Laut Buru

“Korban harus mulai curiga apabila seseorang yang baru dikenal, terutama melalui dunia maya, mulai meminta bantuan keuangan secara berulang dengan berbagai alasan,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta waspada apabila orang yang selama ini menjalin hubungan secara daring tiba-tiba menghilang setelah menerima uang.

Dalam modus tertentu, pelaku bahkan dapat melakukan intimidasi atau memberikan ancaman apabila permintaan uang tidak dipenuhi.

Karena itu, Haramain menegaskan hubungan yang sehat tidak seharusnya dibangun melalui manipulasi, tekanan maupun permintaan uang secara terus-menerus.

Jangan Berikan Data Pribadi

Masyarakat diimbau lebih berhati-hati ketika membangun hubungan dengan seseorang yang dikenal melalui dunia maya.

“Jangan mudah memberikan data pribadi, mengirimkan uang atau memenuhi permintaan finansial hanya karena terbawa hubungan emosional,” ingatnya.

Haramain berharap masyarakat semakin memahami berbagai bentuk penipuan digital yang terus berkembang, termasuk love scam.

Menurutnya, kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mencegah kerugian finansial akibat pelaku yang sengaja memanfaatkan kedekatan emosional dan kepercayaan korban.

Masyarakat juga diharapkan tidak terburu-buru memenuhi permintaan finansial dari orang yang baru dikenal secara daring serta melakukan verifikasi sebelum memberikan data maupun uang.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan memahami ciri-ciri love scam, masyarakat diharapkan dapat melindungi diri dari berbagai modus penipuan digital yang semakin beragam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *