SNI.ID, AMBON – Kepolisian Sektor (Polsek) Saparua mengedukasi siswa SMP Negeri 16 Maluku Tengah mengenai bahaya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, perundungan, hingga judi online. Edukasi tersebut disampaikan melalui program Polsek Goes to School dalam apel pagi di Kecamatan Saparua, Senin (2/11/2026).
Kapolsek Saparua AKP Samuel S. Siahaya, S.H., didampingi Bhabinkamtibmas Negeri Paperu AIPDA R.M. Tenlima, menyampaikan sejumlah imbauan kepada para siswa. Materi yang diberikan juga mencakup pentingnya tertib berlalu lintas dan penggunaan media sosial secara bijak.
Dalam amanatnya, Samuel menekankan pentingnya mencegah kenakalan remaja, termasuk tawuran antarpelajar. Ia mengajak para siswa untuk menjaga kedisiplinan, membangun perilaku positif, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak melakukan perundungan atau bullying. Tindakan tersebut, menurut dia, dapat berdampak terhadap kondisi psikologis korban dan memengaruhi masa depannya.
Selain itu, siswa diminta menjauhi penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, serta judi online yang dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan dan masa depan generasi muda.
“Para pelajar harus mampu menjaga diri, menjauhi kenakalan remaja, bullying, narkoba, dan judi online. Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab karena dapat merugikan diri sendiri, orang lain, maupun keluarga,” kata Samuel.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Saparua juga mengingatkan pentingnya menaati peraturan lalu lintas. Para siswa diimbau untuk tidak menggunakan knalpot brong pada kendaraan bermotor karena dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Menurut Samuel, pembinaan kepada pelajar merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menanamkan kesadaran hukum sejak dini. Melalui edukasi tersebut, siswa diharapkan mampu memahami konsekuensi dari setiap tindakan serta bertanggung jawab atas perilakunya.
Program Polsek Goes to School juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara kepolisian dan lingkungan pendidikan. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya sekolah yang aman sekaligus membentuk generasi muda yang disiplin dan berkarakter.









