Unpatti Ambon Gelar Asistensi Mengajar di Saparua, Dorong Guru Manfaatkan Teknologi dan AI dalam Pembelajaran

SNI.ID, SAPARUA : Universitas Pattimura (Unpatti) melalui Program Asistensi Mengajar Tahun 2026 menggelar lokakarya bagi guru dan kepala sekolah di Kecamatan Saparua dan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah.

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Generasi Kepulauan yang Cerdas, Kreatif, dan Adaptif melalui Inovasi Teknologi dalam Pembelajaran” tersebut resmi dibuka secara daring oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Si., Selasa (11/8/2026).

Ketua Tim Asistensi Mengajar Unpatti Tahun 2026, Dr. Anastasia Limba, M.Pd., mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan.

Menurutnya, Program Asistensi Mengajar telah dilaksanakan sejak 2023 di berbagai kabupaten/kota. Pada 2026, Kecamatan Saparua dan Saparua Timur menjadi salah satu wilayah yang mendapat kesempatan menjadi bagian dari program tersebut.

“Program Asistensi Mengajar Universitas Pattimura tahun 2026 di Kecamatan Saparua dan Saparua Timur mengusung tema membangun generasi kepulauan yang cerdas, kreatif, dan adaptif melalui inovasi teknologi dalam pembelajaran,” kata Anastasia.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 11 hingga 15 Agustus 2026.

Hari pertama diisi dengan lokakarya bagi guru dan kepala sekolah tingkat SD dan SMP. Selanjutnya, pada 12-14 Agustus, tim pengajar akan melaksanakan praktik mengajar di sekolah-sekolah yang telah ditentukan.

Sebanyak 15 tim pengajar akan diterjunkan ke 12 sekolah, terdiri atas enam SD dan enam SMP di Kecamatan Saparua dan Saparua Timur.

Untuk jenjang SD, tim pengajar akan memberikan pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. Sementara untuk jenjang SMP, mata pelajaran yang diberikan meliputi Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan berbagai perlombaan pada Sabtu (15/8/2026) yang melibatkan sekolah jenjang SD dan SMP di Kecamatan Saparua dan Saparua Timur.

Baca Juga:  Tenun Ikat Jadi Komodoti Unggulan Dekranasda MBD

Anastasia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi peserta didik, tetapi juga memperkuat kemampuan guru dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih menarik dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dalam lokakarya, para guru dan kepala sekolah juga mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran.

“Manfaat dari Asistensi Mengajar ini sangat besar dalam peningkatan kompetensi guru, terutama terkait pemahaman pembelajaran yang mendalam. Guru-guru juga diberikan informasi dan praktik mengenai cara menggunakan AI,” ujarnya.

Pemanfaatan teknologi, kata Anastasia, menjadi salah satu perhatian utama karena masih terdapat siswa di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap teknologi.

Menurutnya, inovasi pembelajaran diperlukan untuk mengatasi kejenuhan siswa selama proses belajar mengajar sekaligus menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif.

“Kami juga ingin menjawab kejenuhan yang sering dialami siswa dalam proses belajar mengajar. Bagaimana memanfaatkan teknologi dan bagaimana mengajarkan siswa-siswi di daerah kepulauan yang jauh dari teknologi dalam proses belajar mengajar,” katanya.

Selain praktik mengajar, program tersebut juga menghadirkan sejumlah perlombaan untuk mendorong minat belajar dan kemampuan akademik siswa.

Lomba yang disiapkan antara lain Spelling Bee, cerdas cermat, Olimpiade Matematika, dan Rangking 1.

Kecamatan Saparua Apresiasi Program Unpatti

Camat Saparua, Winny Prajawati Salamor, S.STP., M.Si., mengapresiasi Universitas Pattimura yang telah memilih Kecamatan Saparua sebagai mitra dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Winny, kehadiran dosen dan mahasiswa melalui Program Asistensi Mengajar merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Sertijab Pejabat Utama Polda Maluku dan Kapolres, Kapolda : Jalankan tugas dengan humanis dan profesional

Ia menilai kehadiran dosen dan mahasiswa Unpatti bukan hanya membawa semangat akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi para guru dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru sekaligus meningkatkan kompetensi peserta didik agar mampu beradaptasi dan bersaing di era perkembangan teknologi.

Pemerintah Kecamatan Saparua, kata Winny, berkomitmen mendukung program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.

“Kami meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah investasi pada pendidikan. Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus dipelihara agar menghasilkan dampak yang nyata dan berkelanjutan,” katanya.

Winny juga berpesan kepada para mahasiswa peserta asistensi mengajar agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat.

Ia meminta mahasiswa menjadi teladan bagi peserta didik, membangun komunikasi yang baik dengan guru dan masyarakat, serta menghasilkan karya dan inovasi yang dapat dimanfaatkan sekolah setelah program berakhir.

Sementara kepada para guru, Winny berharap lokakarya menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi profesional, memperluas wawasan, serta menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, inspiratif, dan berpusat pada peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta ruang berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik-praktik baik dalam proses pembelajaran, sekaligus mendukung peningkatan mutu pembelajaran melalui penguatan literasi dan numerasi peserta didik serta pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *