Pengajian Al-Hidayah Maluku Gelar Rakerda, Perkuat Kader Perempuan Menuju Indonesia Emas

SNI.ID, AMBON – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pengajian Al-Hidayah Provinsi Maluku menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Ballroom Hotel Grand Avira, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Konsolidasi Program dan Kader Memperkuat Ketahanan Perempuan Menuju Indonesia Emas”.

Rakerda dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kasrul Selang, S.T., M.T., melalui pemukulan tifa. Pembukaan kegiatan turut didampingi Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pengajian Al-Hidayah, Rita Fitria, S.Ag., M.Pd.

Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Maluku, Dr. Eka Dahlan Uar, M.Si., mengatakan, program-program yang telah ditetapkan DPP akan ditindaklanjuti hingga ke tingkat daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurutnya, pelaksanaan program tersebut membutuhkan kesinambungan dan sinergi agar dapat berjalan secara optimal di seluruh wilayah Maluku.

“Pada prinsipnya, seluruh program yang dihasilkan dalam kegiatan DPP akan ditindaklanjuti di setiap daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kami berkomitmen untuk tetap menjalankan program yang telah ditetapkan oleh DPP,” ujarnya.

Eka menjelaskan, Pengajian Al-Hidayah di Maluku saat ini memiliki jaringan organisasi yang tersebar di 11 kabupaten/kota, dengan sekitar 300 ranting dan 32 Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

Keberadaan jaringan tersebut diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendukung pelaksanaan program kerja hingga ke tingkat daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Rita Fitria, mengapresiasi pelaksanaan Rakerda di Provinsi Maluku.

Ia menilai, Maluku memiliki potensi dan karakteristik tersendiri yang perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan program kerja organisasi.

Menurut Rita, program yang dijalankan harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Ia juga menegaskan bahwa Rakerda tidak hanya menjadi wadah konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja yang telah berjalan sesuai amanat Musyawarah Daerah (Musda).

Baca Juga:  Masyarakat Negeri Mamala Desak Gubernur Maluku Segera Perbaiki Jembatan yang Rusak Selama 21 Tahun

Melalui evaluasi tersebut, program kerja ke depan diharapkan semakin adaptif dan relevan dengan kebutuhan kader Pengajian Al-Hidayah di Maluku.

Dengan penguatan konsolidasi dan kaderisasi, Pengajian Al-Hidayah diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan perempuan serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *