SNI.ID, AMBON – Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut (AL) kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Provinsi Maluku. Kegiatan yang berlangsung selama delapan hari, 29 April hingga 6 Mei 2026, tersebut bertujuan memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Dalam ekspedisi kali ini, tim gabungan menggunakan kapal perang KRI Dorang-874 untuk menjangkau enam pulau di wilayah Maluku, yakni Kur, Teor, Suiat, Seram, Buru, dan Manipa.
Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Dita Aditya Nugraha, mengatakan ERB merupakan bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Menurutnya, sebagai simbol kedaulatan negara, Rupiah harus tersedia dan dapat digunakan masyarakat di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kondisi geografis kita yang memiliki ribuan pulau dan berbatasan dengan 11 negara menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, kami bersinergi dengan TNI AL yang memiliki armada tangguh untuk menjangkau wilayah 3T,” ujar Dita.
Ia menambahkan, sinergi BI dan TNI AL menjadi bagian penting dalam memastikan layanan kas dan ketersediaan Rupiah dapat menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan akses transportasi.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2012, program Ekspedisi Rupiah Berdaulat telah menjangkau 766 pulau melalui 150 kegiatan. Pada 2026, Bank Indonesia menargetkan pelaksanaan 23 ekspedisi yang akan menjangkau 115 pulau di berbagai wilayah Indonesia.
ERB tidak hanya berfokus pada layanan penukaran uang. Dalam pelaksanaannya, tim juga membawa sejumlah misi sosial dan edukatif untuk masyarakat pesisir.
Di antaranya edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, pelayanan kesehatan gratis, sosialisasi bela negara, serta edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di pulau-pulau yang menjadi sasaran ekspedisi, sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Melalui ERB 2026, BI dan TNI AL menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kehadiran negara di wilayah 3T, baik melalui pemenuhan kebutuhan uang Rupiah maupun pelayanan sosial dan edukasi kepada masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.









