SNI.ID, AMBON – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, memberikan apresiasi terhadap misi pelayanan penukaran uang Rupiah sekaligus menekankan pentingnya menjaga penggunaan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Menurut Abdullah, Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi dan kedaulatan wilayah, khususnya di daerah kepulauan dan perbatasan.
Ia mengingatkan bahwa penggunaan mata uang asing di suatu wilayah dapat menjadi persoalan serius apabila tidak diantisipasi dengan baik.
“Alat ketahanan nasional itu juga duit. Jangan sampai wilayah kita tapi alat tukarnya mata uang orang lain,” tegas Wagub.
Abdullah juga menyoroti kondisi masyarakat yang masih menyimpan uang dalam kondisi tidak layak edar. Karena itu, kegiatan penukaran uang dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh uang Rupiah yang layak digunakan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Lebih dari itu, ia menilai Rupiah memiliki makna yang lebih luas sebagai alat pemersatu bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, dan karakter masyarakat Indonesia.
“Mari kita jadikan Rupiah sebagai simbol persatuan. Saya doakan perjalanan ini selamat dan sukses, membawa manfaat besar bagi masyarakat Maluku,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan pelayanan kepada masyarakat tersebut dapat terus diperkuat dan menjangkau wilayah-wilayah kepulauan di Maluku, sehingga masyarakat di daerah terpencil sekalipun mendapatkan akses terhadap layanan keuangan dan uang Rupiah yang layak.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud sinergi antara tiga pilar, yakni pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan TNI Angkatan Laut (TNI AL), dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan negara dari sisi ekonomi.
Sinergi tersebut diharapkan terus berlanjut untuk memastikan Rupiah tetap menjadi alat pembayaran yang sah, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Maluku.









