SNI.ID, AMBON : Video perkelahian satu lawan satu antar pelajar di Saparua yang viral di media sosial pada Jumat (21/11/2025) langsung ditindaklanjuti Polsek Saparua. Kepolisian bergerak cepat melakukan mediasi dan pembinaan terhadap enam pelajar yang terlihat dalam rekaman tersebut.
Pembinaan dilakukan di ruang SPKT Polsek Saparua dan dipimpin langsung Kapolsek Saparua AKP S. J. Leimena. Hadir pula unsur pemerintah negeri, seperti Penjabat Negeri Porto Eduard Nanlohy, S.Pd, Ketua Saniri Negeri Porto J. Tetelepta, serta Bhabinkamtibmas dari Negeri Haria, Porto, dan Saparua.
Tindakan cepat diambil setelah Kapolsek menerima laporan beredarnya tiga video duel pelajar sekitar pukul 16.08 WIT.
Ia langsung mengerahkan personel untuk mendatangi rumah para pelajar, mengidentifikasi pelaku, dan memanggil mereka beserta orang tua ke Mapolsek.
Setelah dilakukan pemeriksaan, terungkap bahwa perkelahian tersebut terjadi bukan karena persoalan pribadi, melainkan sekedar ajakan spontan sesama pelajar untuk berkelahi satu lawan satu.
Dalam sesi pembinaan, AKP Leimena mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membimbing dan mengawasi anak. Ia menegaskan agar para pelajar tidak lagi melakukan tindakan yang mengarah pada kekerasan.
“Para pelajar harus mampu menolak ajakan menuju kekerasan. Kepada orang tua, kami harapkan lebih tegas dan meluangkan waktu untuk mengawasi anak-anak,” tegas Kapolsek.
Seluruh pihak kemudian menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan. Enam pelajar bersama orang tua menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Setelah menerima pembinaan, para pelajar dipulangkan ke rumah masing-masing. (*)










