Kapolsek Huamual Rangkul Warga Iha-Luhu Jaga Keamanan Tambang Cinabar

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON — Polemik aktivitas tambang batu cinabar di Desa Iha dan Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), terus menjadi perhatian pemerintah dan aparat keamanan.

Selain persoalan status wilayah tambang, aktivitas penyulingan batu cinabar menjadi mercury yang diduga diperjualbelikan secara terselubung juga menjadi sorotan karena dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Aktivitas tambang cinabar di kawasan Iha-Luhu saat ini diketahui semakin ramai dan telah menjadi mata pencaharian bagi masyarakat lokal maupun warga dari luar daerah.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik terkait legal standing atau dasar hukum penetapan status wilayah tambang di lokasi tersebut.

Pasca bentrokan antara warga Negeri Iha dan Negeri Luhu yang terjadi pada Februari lalu, situasi di kedua wilayah disebut mulai berangsur membaik.

Meski demikian, aktivitas keluar masuk warga menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat di kedua negeri dinilai belum sepenuhnya stabil dan masih berpotensi memicu kerawanan keamanan.

Kapolsek Huamual, IPTU Luken Soplanit, yang baru beberapa pekan bertugas langsung mengambil langkah persuasif dengan turun menemui masyarakat di kedua negeri.

Dalam releasenya yang diterima media ini, Minggu (24/5/26). Bersama personelnya, Kapolsek melakukan pendekatan kepada warga guna membahas berbagai persoalan yang terjadi, baik di dalam negeri maupun di lokasi tambang cinabar.

Selain membahas situasi Kamtibmas, IPTU Luken Soplanit juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi melakukan aktivitas penyulingan batu cinabar menjadi mercury yang saat ini masih marak dilakukan warga setempat.

Melihat berbagai persoalan tersebut, Kapolsek kemudian menginisiasi pertemuan dan diskusi bersama masyarakat di Negeri Iha dan Negeri Luhu.

Baca Juga:  Gempa 4,9 SR Guncang Dusun Pia, Sejumlah Rumah Warga Rusak Termasuk Sekolah PAUD dan Gereja

Pertemuan yang berlangsung di kantor negeri masing-masing desa itu membahas berbagai persoalan penting, mulai dari penghentian penyulingan dan jual beli mercury hingga upaya menjaga stabilitas keamanan di kawasan tambang.

Pembahasan juga menyoroti aktivitas warga yang keluar masuk menuju lokasi tambang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat yang dinilai rawan memicu konflik baru.

Dalam pertemuan tersebut, persoalan keamanan menjadi isu utama yang paling banyak disoroti masyarakat.

Kapolsek Huamual mengatakan pihaknya akan segera mengambil langkah penyelesaian terkait persoalan para tukang ojek di kedua negeri yang hingga kini masih menjadi kendala dalam aktivitas pengantaran penumpang menuju lokasi tambang.

“Persoalan ini menjadi prioritas karena dianggap rawan memicu konflik di kedua negeri,” ujar IPTU Luken Soplanit.

Ia juga menegaskan pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah program untuk mengatasi berbagai persoalan keamanan di Negeri Iha, Negeri Luhu maupun di kawasan tambang cinabar.

Menurutnya, koordinasi bersama para raja negeri dan tokoh masyarakat akan terus dilakukan demi menjaga kondusivitas wilayah.

Usai pertemuan, warga kedua negeri juga melakukan deklarasi bersama untuk menjaga dan merawat situasi Kamtibmas, baik di wilayah Iha-Luhu maupun di lokasi tambang Dusun Hulung dan Batu Putia.

Deklarasi tersebut menjadi bentuk dukungan masyarakat kepada pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bersama di Kecamatan Huamual.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *