SNI.ID, AMBON : Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) bersama Kementerian UMKM RI dan Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta menjalin kerja sama strategis untuk meningkatkan kapasitas ekonomi perempuan nelayan rentan di Provinsi Maluku. Kolaborasi ini dikukuhkan melalui Kuliah Umum, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), serta Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kampus UM Maluku, Senin (1/12/2025).
Program ini mengusung penerapan model Teologi al-Ma’un Berperspektif Perempuan (TABP), sebuah pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis empati, observasi desa, dan dukungan usaha mikro. Model yang dikembangkan ITB-AD sejak 2017 itu dinilai berhasil mendorong perempuan miskin kota dan perempuan kepala keluarga memulai usaha kecil secara mandiri.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Riza Damanik, Ph.D., dalam paparannya menegaskan pentingnya keberlanjutan program pemberdayaan.
Ia menyebut perempuan nelayan memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi keluarga, namun masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan, pelatihan, dan pasar.
Rektor UM Maluku, Prof. Faris Al-Fadhat, Ph.D., menyampaikan bahwa perguruan tinggi perlu hadir langsung di tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan pendampingan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga memberi akses lanjutan agar usaha mereka terus berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor ITB-AD Jakarta, Dr. Yayat Sujatna, mengatakan penerapan TABP di Maluku menjadi langkah penting dalam memperluas dampak program.
Ia menilai pelibatan mahasiswa serta dukungan pemerintah daerah akan memperkuat implementasi di lapangan.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penandatanganan MoU, penyerahan kenang-kenangan, serta FGD yang melibatkan dosen UM Maluku, PW Muhammadiyah, PW Aisyiyah, pemangku kepentingan, dan komunitas perempuan nelayan. FGD tersebut menjadi ruang identifikasi kebutuhan riil perempuan nelayan sekaligus penyusunan rencana tindak lanjut pendampingan.
Kerja sama ini diharapkan menjadi model nasional pemberdayaan perempuan nelayan melalui sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas secara terpadu.










