Blessly Putuhena: Kesejahteraan Adalah Titik Awal dan Titik Akhir Pembangunan Negeri

SNI.ID, SAPTIM : Calon Kepala Pemerintahan Negeri Ihamahu, Blessly Putuhena, SH, dengan nomor urut 3 dan tanda gambar kelapa, menyampaikan visi dan misi kepemimpinannya kepada masyarakat Negeri Ihamahu di Baileo Simaloa Pelamahu, Negeri Ihamahu, Saparua Timur, Maluku Tengah, Rabu (9/7/2025).

Blessly mengusung visi besar: “Sejahtera, Cerdas dan Mandiri”, yang ia yakini sebagai dasar sekaligus arah pembangunan Negeri Ihamahu Noraito Amapatti.

Dalam keterangannya, ia menyatakan bahwa sejahtera bukan hanya tujuan akhir, melainkan titik awal dan fondasi dari seluruh proses pembangunan.

“Kesejahteraan bukan semata soal ekonomi, tapi juga rasa aman, sehat, dan damai dalam kebersamaan. Itu adalah dasar agar pembangunan tidak melenceng dan bisa dijalankan secara berkelanjutan,” ujar Blessly kepada wartawan.

Sementara itu, Blessly menjelaskan cerdas didefinisikannya sebagai kedewasaan dalam berpikir dan bertindak. Masyarakat yang cerdas adalah mereka yang mampu menerjemahkan teori menjadi konsep berpikir yang aplikatif, kreatif dalam mengelola potensi lokal, dan berani menyampaikan kritik secara konstruktif.

“Adapun mandiri, lanjutnya, bukan berarti menutup diri dari bantuan luar, tetapi mampu berdiri di atas kekuatan sendiri. Mandiri berarti mengelola kekuatan komunitas, sumber daya alam, dan budaya secara transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Dalam penjabaran misinya, Blessly menyoroti lima fokus utama yaitu

Pertama, Membangun masyarakat yang aman dan damai melalui penguatan nilai-nilai kekeluargaan “Ale Rasa Beta Rasa, Potong Di Kuku Rasa Di Daging”, dengan peran aktif dari pemerintah, gereja, dan pendidikan sebagai tiga batu tungku.

Kedua, Mewujudkan pemerintahan yang profesional, transparan dan akuntabel, melalui pelatihan perangkat desa, keterbukaan informasi publik, serta pengawasan melalui saniri negeri dan rapat-rapat masyarakat.

Ketiga, Menegaskan kembali hak-hak ulayat dan adat, dengan menghidupkan kembali fungsi kewang negeri, menetapkan batas wilayah adat, dan menguatkan peran jujaro-mungare sebagai penjaga nilai adat.

Baca Juga:  Camat Saparua : Pemilihan di Tiouw Berjalan, Penetapan Raja Portho Terkendala Gugatan

Keempat, Peningkatan infrastruktur berdasarkan skala prioritas, seperti perbaikan jalan tani, pengadaan air bersih, dermaga, dan penerangan jalan, yang dijalankan dengan transparansi dan partisipasi masyarakat.

Kelima, Peningkatan perekonomian masyarakat melalui optimalisasi potensi lokal, penguatan UMKM dan usaha kecil, aktivasi BUMNeg dan Koperasi Merah Putih, serta kerja sama lintas sektor, termasuk platform digital.

Blessly juga menyampaikan slogannya adalah ‘Beta Jaga Negeri, Negeri Jaga Beta’.

“Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Noraito Amapatti, agar saya dapat mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan membawa perubahan nyata bagi negeri yang kita cintai bersama,”tutupnya.

Pemilihan Kepala Pemerintahan Negeri Ihamahu menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan ke depan, dan Blessly Putuhena hadir dengan visi yang kuat, menyentuh kebutuhan mendasar rakyat, dan berakar pada kearifan lokal. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *